PengetahuanDasar Tata Hidang (1 Sks) dan praktek pengolahan dan penyajian berbagai jenis makanan appetizer, main course, dan dessert. 11. Tekhnik Pengolahan Makanan Timur Tengah (1 Sks) Aneka Mesin & Peralatan Home Industry . Hot Cafe - Tristar Royal Plaza. Daftar Menu.
Jenis- jenis Peralatan F&B Service Jenis-jenis peralatan dan perabotan tata hidang : a. Chair (kursi) : standar kursi dari lantai ke ujung sandaran = 100 cm, tinggi tempat duduk dari lantai = 46 cm, lebar = 46 cm. b. Table (meja) :
17a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran Setelah mempelajari materi Kegiatan Belajar 1. Tata Hidang dan Restoran, diharapkan siswa mampu: a. Memahami pengertian Tata Hidang dan Restoran b. Mengklasifikasikan pembagian tugas berdasarkan Struktur Organisasi Restoran c. Mengidentifikasikan Ruang Restoran d. Mengidentifikasikan Perabot Restoran e. Membedakan
SOALPTS TATA HIDANG XI DRAFT. 19 hours ago. by oktivita_putri_44688. Played 0 times. 0. E. Rangkaian kegiatan untuk mengatur meja dengan peralatan makan yang sesuai dengan jenis hidangan yang disajikan. Tags: Question 26 . SURVEY . 180 seconds . Report an issue . Q. Tata surya . 14.8k plays . 20 Qs . matematika . 25.7k plays . 10 Qs
Peralatantersebut dibagi dalam beberapa kelompok sesuai fungsi dan kegunaan masing-masing. Adapun beberapa perlengkapan tersebut meliputi : 1. Meja dan Kursi 2. Chinaware B&B Plate Tea Cup Saucer 3. Silverware Sendok Garpu Pisau 4. Glassware (perlengkapan gelas) 5. Linen Moulton Table Cloth Napkin 6. Table Accessories Ashtray
a8qmf. b Cereal bowl, adalah piring cekung seperti mangkuk untuk menyajikan bubur maupun sereal. c Finger bowl, adalah mangkuk tempat untuk mencuci tangan yang diletakkan di atas meja makan. d Sugar bowl, adalah tempat untuk menempatkan gula yang berada di atas meja makan. e Supreme bowl, adalah tempat untuk menyajikan shrimp cocktail, ice cream di dalam kamar. f Butter bowl, adalah tempat mentega yang diletakkan di atas meja makan. 7 Ashtray asbak b. Silverware Silverwaretableware, yaitu peralatan makan yang terbuat dari logam yang dilapisi perak atau stainless steel. Silverware terbagi atas tiga, yaitu 1 Hollowware Keterangan 1. Salad Serving Spoon And Fork Fork 2. Grape Fruit Spoon 10. Oyster Fork 3. Sauce Ladle Fork And Knife 4. Grape Scissor Skewer 5. Pastry Serving Tong Pick 6. Lobster Pick Knife 7. Snail Fork Knife Bergerigi 8. Relish Fork Knife Beberapa peralatan hollowware yaitu 1 Platter; round platter, oval platter. Banyak digunakan dalam pelayanan ala Rusia, Perancis maupun untuk acara buffet. 2 Sauce boatgravy boat, adalah tempat untuk menyajikan saus dengan bentuk yang mirip perahu. 3 Butter plate 4 Pots; tea pot, coffee pot 5 Creamer 6 Vegetable bowl, adalah mangkuk sayuran beserta hidangan utama pada pelayanan gaya Rusia dan Perancis. 7 Sugar bowl 8 Finger bowl 9 Hot food cover 10 Water pitcher 11 Ashtray 2 Flatware Flatware adalah alat makan ataupun alat hidang yang terdiri atas bermacam-macam sendok spoon, dan garpu fork. Dapat terbuat dari bahan perak, stainless steel, chrom, kuningan dan melamin. Bahan yang terbaik adalah stainless steel karena tahan karat, kuat dan mudah dibersihkan. 1 Spoon a Soup spoon sendok sup b Dinner spoon sendok makan besar, biasanya dipergunakan untuk mengambil makanan sebagai pengganti serving spoon c Dessert spoon sendok untuk menyantap hidangan penutup d Coffee or tea spoon sendok kopi atau sendok the e Demintasse spoon sendok untuk kopi atau selai f Ice cream spoon sendok es krim g Long spoon sendok es thekopi h Serving spoon sendok makan besar untuk penyajian makanan, memindahkan makanan ke piring tamu, biasanya berpasangan dengan serving fork 2 Fork a Dinner fork garpu untuk menyantap hidangan utama b Dessert fork garpu untuk makan hidangan pembuka atau penutup c Oyster fork garpu untuk makan hidangan seafood d Fish fork garpu untuk makan hidangan ikan. Bagian tajam dari pisau ini tumpul dan tebal dengan ujung yang runcing e Cake fork garpu untuk menyantap hidangan cake f Snail fork garpu untuk makan hidangan kerang g Fruit fork garpu untuk makan buah h Serving fork garpu besar untuk penyajian makanan i Steak fork garpu untuk menyantap hidangan steak 3 Cutlery Cutlery terdiri dari berbagai macam pisau knife dan alat pemotong lainnya. Dapat terbuat dari bahan perak, stainless steel, chrom, kuningan dan melamin. Bahan yang terbaik adalah stainless steel karena tahan karat, kuat dan mudah dibersihkan. a Dinner knife pisau untuk menyantap hidangan utama b Dessert knife pisau untuk menyantap hidangan pembuka atau penutup c Steak knife pisau untuk menyantap hidangan steak d Fish knife pisau untuk menyantap hidangan ikan e Butter knife pisau untuk mengoles mentega atau biasa disebut butter spreader f Cheese knife pisau untuk memotong dan makan keju g Cake knife pisau panjang untuk memotong kue h Fruit knife pisau untuk makan buah c. Glassware Pemakaian gelas untuk restoran dan bar di hotel tergantung pada kelas daripada hotel tersebut, harga dari makananminuman yang dijual serta jenis function yang diselenggarakan. Desain gelas tergantung dari pabrik yang mengeluarkan disamping kecenderungan model saat ini. Yang umum dipergunakan adalah gelas tanpa warna, jadi putih bersih dan tidak mempengaruhi warna minuman yang ada didalamnya. Gelas yang dipergunakan dapat dibedakan menjadi dua tipe, yaitu 1 Gelas yang bertangkai stemmuglass 1 Water goblet gelas untuk menyajikan air es 2 Red wine glass gelas untuk menyajikan anggur merah 3 White wine glass gelas untuk menyajikan anggur putih 4 Saucer Champagne glass gelas untuk menyajikan sampanye atau es krim 5 Tulip champagne glass gelas untuk menyajikan sampanye 6 Cocktail glass gelas untuk menyajikan koktil 7 Milk shakes glass gelas untuk menyajikan milk shake Tabel jenis-jenis gelas bertangkai No Nama Keterangan Gambar 1. Brandy snifter Untuk menyajikan minuman brandy 2. Tall wine glass Untuk menyajikan minuman anggur 3. Tankard beer mug Untuk menyajikan minuman bir 4. Cocktail glass Untuk menyajikan minuman cocktail 5. Sherry glass Untuk menyajikan minuman sherry 6. Water goblet Untuk menyajikan air putih 7. Tulip champagne Untuk menyajikan minuman champagne 2 Gelas yang tidak bertangkai unstemmuglass 1 Beer mug gelas untuk menyajikan bir 2 Juice glass gelas untuk menyajikan jus 3 High ball glass gelas untuk menyajikan soft drink 4 Punch glass gelas untuk menyajikan punch 5 Ice tea glass gelas untuk menyajikan es teh 6 Shot glass gelas kecil untuk mengukur 7 Collin glass gelas untuk menyajikan mixed drink 8 Zombie glass d. Other Equipments Disamping chinaware, silverware, glassware, masih terdapat beberapa peralatan restoran lainnya 1 Round Tray baki yang berbentuk bulat, ada beberapa ukuran umumnya untuk menyajikan minuman, hidangan pembuka, sup, salad dan hidangan penutup, snack, untuk membawa gelas, cutleries, dan lain-lain. 2 Silver tray baki yang terbuat dari logam biasanya digunakan untuk meletakkan tableaccessories 3 Bill tray baki kecil khusus untuk meletakkan dan membawa nota pembayaran pada pelayanan. 4 Service tray baki yang berbentuk persegi panjang besar umumnya untuk menyajikan hidangan utama. 5 Salt and pepper shaker tempat bumbu merica dan garam 6 Mustard pot tempat meletakkan mustard 7 Oil and vinegar cruet tempat meletakkan minyak dan cuka 8 Soup tureen mangkuk besar dengan tutup tempat untuk memanaskan atau menghangatkan hidangan sup dan dipakai pada saat jamuan prasmanan. 9 Soup ladle sendok besar bertangkai bengkok untuk mengambil sup pada soup tureen. 10 Sauce boat tempat untuk menyajikan saus dengan bentuk yang mirip perahu. 11 Sauce ladle sendok untuk mengambil saus 12 Punch bowl mangkuk besar tempat menyajikan es campur 13 Punch ladle sendok besar bertangkai panjang, bengkok, untuk mengambil es campur fruit punch. 14 Butter container tempat untuk menyajikan mentega 15 Flower vase vasjambangan bunga 16 Ice bucket sejenis ember kecil yang terbuat dari logam yang gunanya untuk tempat es batu. 17 Wine basket keranjang tempat botol anggur 18 Bread basket keranjang tempat roti 19 Lobster pick semacam garpu kecil panjang untuk mengambil daging udang untuk diletakkan di atas piring makan, tetapi bukan garpu makan. 20 Lobster cracker penjepit untuk mengupas kulit udang 21 Nut cracker penjepit untuk mengupas kacang 22 Sugar tong penjepit untuk mengambil gula berbentuk kubus sugar cube. 23 Snail tong berpasangan dengan snail forks untuk penjepit kulit kerang. 24 Meat skewer penusuk daging khusus hidangan yang dibakar 25 Table number nomor meja 26 Chaving dish alat pemanas makanan dengan bahan bakar lilin atau spiritus, dapat berbentuk bulat, persegi empat dalam berbagai ukuran. 27 Gueridon kereta dorong yang dipakai untuk mempersiapkan makanan di restoran. 28 Banana split dish piring ceper berbentuk oval yang digunakan untuk menyajikan banana split. 29 Table lamp lampu penerang pada meja buffet 30 Candle labra tempat lilin yang dipasang pada meja buffet 31 Candle set tempat lilin dengan cerobong dari kaca yang dipasang di atas meja makan terutama pada acara candle light dinner . 32 Marmalade dish tempat untuk menyajikan selai 33 Carving fork garpu untuk memotong daging 34 Carving board papan alas untuk memotong daging 35 Carving knife pisau untuk memotong daging e. Table Accessories Adapun peralatan yang digolongkan ke dalam table accessories adalah 1 Table number 2 Flower vase 3 Menu card 4 Salt and pepper shaker 5 Ashtray 6 Toothpick box 7 Candle labra 8 Chop Stick stand 9 Table lamp 2. Linen Linen menurut Marsum 200524 adalah barang-barang yang terbuata dari kain untuk keperluan operasi suatu restoran. Penyediaan jenis linen tergantung pada tipe dan jenis operasi restoran, bar atau banquet tersebut. Ukuran linen disesuaikan dengan ukuran meja dan kegunaannya. Yang umum dipergunakan adalah; molton, table cloth, slip cloth, napkin, skirting, dust towel, glass towel, arm towel, tray cloth . Jenis linen yang sering digunakan di restoran yaitu kain, batik, satin , beludru dan polyster atau bahan sintetis lainnya. Macam-macam linen yang digunakan di restoran yaitu a. Table Cloth Taplak Meja Taplak meja atau table cloth adalah jenis linen yang dipergunakan untuk menutup meja. Ukuran taplak meja bermacam-macam disesuaikan dengan bentuk meja. Pada umumnya ukuran taplak meja adalah 137x137cm digunakan untuk meja berukuran 76cm, atau meja bundar berdiameter 1m. meja persegi panjang menggunakan taplak meja berukuran 183x24cm. seperti yang tercantum pada gambar 3. Sumber http Table cloth atau taplak meja makan dapat dibuat dari bermacam- macam bahan seperti katun, satin, batik dan sebagainya. Warna taplak meja bermacam-macam, tergantung selera, warna cat, karpet ruangan atau selera pimpinan. Namun untuk keperluan state banquet, jamuan makan resmi kenegaraan harus dipergunakan taplak meja yang bewarna putih, boleh putih polos atau putih berkembang-kembang warna kembangnya harus putih taplak meja makan harus simetris, datar dan rapi, tidak boleh ada yang terlipat ataupun bergelombang. b. Molton Molton adalah pelapis taplak meja yang disebut juga peredam suara pada saat makan. Jenis bahan yang digunakan terbuat dari katun. Fungsi molton yaitu 1 Untuk menahan panas hidangan yang disimpan di atas meja makan. 2 Agar taplak meja dalam keadaan rapih dan tidak mudah bergeser. 3 Untuk meredam suara piring atau peralatan lainnya di meja makan. 4 Menghindari rasa sakit bagi tamu yang meletakkan tangannya di atas meja makan. 5 Sebagai bahan pelapis table cloth. 6 Untuk menyerap cairan atau minuman yang tumpah. c. Slip Cloth Taplak Penutup Noda Slip cloth adalah taplak meja yang digunakan untuk menutupi noda atau tumpahan pada taplak yang sudah dipasang dan tidak sempat diganti. Ukuran slip cloth adalah 1x1m. seperti yang tercantum pada gambar 5. d. Serbet Napkin Napkin yang biasa digunakan di restoran berukuran 50x50cm. Napkin ini merupakan suatu kebutuhan karena di samping fugsinya sebagai pembersih kooran pada bibir dan tangan pada saat menikmati hidangan tetapi lebih utama sebagai sarana penghias meja makan. Napkin mempunyai fungsi yang beragam. Fungsi dari napkin menurut Marsum 2005 26, yaitu 1 Untuk menghias meja makan, karena napkin dapat dilipat dengan berbagai macam cara yang dapat menambah keindahan meja makan. 2 Untuk menutupi pangkuan diwaktu makan, agar apabila ada makanan yang jatuh maka pakaian bagian bawah tidak kotor karena terkena makanan yang menetes. 3 Untuk mengelap mulut waktu dan sehabis makan. 4 Untuk menutup mulut kita waktu kita akan mengambil sisa-sisa makanan di mulut. 5 Sebagai isyarat atau kode tamu kepada pramusaji tentang status kursi. Bermacam-macam bentuk lipatan napkin yang digunakan pada penataan meja table set up di restoran. Bentuknya sangat bervariasi dari yang mudah sampai yang sulit. Bentuk lipatan serbet makan napkin folding yang sering digunakan oleh hotel atau restoran adalah lipatan serbet sederhana, sedangkan yang bentuknya bervariasi digunakan pada perjamuan dan penyajian-penyajiankhusus pada hari tertentu saja, misalnya banquet dan jenis pastry lainnya. Bentuk-bentuk lipatan yang sering digunakan direstoran dan hotel diantaranya bentuk kapal, bentuk kipas, bentuk lilin, bentuk tunas, dan bentuk bunga lily. Gambar 6 menunjukkan jenis-jenis lipatan serbet napkin folding yang sering digunakan di restoran. Bentuk lipatan serbet yang sederhana lebih baik dari yang bervariasi, hal tersebut mengingat beberapa factor yang harus diperhatikan dalam melipat serbet makan yaitu kebersihan, efisiensi waktu, dan ketepatan lipatan dengan memperhatikan kemenarikan bentuk dari lipatan serbet makan yang dibuat, tetapi keduanya amat penting artinya dalam penyiapan meja makan. Jenis-jenis lipatan serbet napkin folding e. Serbet GelasGlass Cloth Serbet ini berwarna putih, khusus digunakan untuk membersihkan polishing gelas dan cangkir. Sebaiknya terbuat dari bahan katun yang tidak berbulu dan mudah menyerap air. f. Serbet Pelayanan Merupakan serbet yang khusus digunakan oleh waiter, terutama untuk membersihkan peralatan restoran pada saat set-up atau pada saat pelayanan seperti yang tercantum pada gambar 8. Kegunaan serbet pelayanan menurut Wiwoho 200825, yaitu 1 Untuk membersihkan atau memoles peralatan, baik yang akan maupun yang sudah ditata di atas meja tamu. 2 Digunakan sebagai alas saat mengangkat atau membawa peralatan yang panas seperti dinner plate yang telah dipanaskan di plate warmer.
ArticlePDF Available AbstractTata hidang adalah suatu cara menghidangkan makanan ataupunminuman kepada tamu dengan multi pelayanan seperti keramahan, kecepatan, danjuga ketelitian dalam melayani tamu. Saat menghidangkan diperlukan perhatian yang fokus karena kita langsung berhadapan dengan tamu dan juga gambaran baik buruknya kinerja restaurant akan sangat terlihat dari caranya memberikan pelayanan terhadap para tamu. Peralatan penyajian makanan dan minuman meliputi peralatan chinaware, peralatan silverware, dan peralatan glassware. Table setting suatu restoran merupakan awal dari persiapan suatu restaurant dalam rangka penjualan dan penyajian makanan dan minuman. rumusan masalah mengenai bagaimanakah pengaruh penyiapan tenaga tata hidang pariwisata terhadap perkembangan Pariwisata. melihat pengaruh penyiapan tenaga tata hidang pariwisata terhadap perkembangan Pariwisata dengan subyek penelitian yang digunakan adalah mahasiwa STP mataram yang sedang dan telah On the Job traiining di hotel di Pulau Lombok. Hasil dari penelitian ini adalah Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy dan kepuasan pelanggan dengan beberapa indikator telah dilaksanakan oleh mahasiswa STP Mataram dengan baik, sehingga mereka sudah dirasakan cukup untuk bekerja di hotel Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for freeContent may be subject to copyright. ISSN 1978-3787 Cetak 1775 ISSN 2615-3505 Online ……………………………………………………………………………………………………… Juni 2019 Open Journal Systems PENGARUH TENAGA TATA HIDANG PARIWISATA TERHADAP KUALITAS PELAYANAN DI HOTEL Sri Wahyuningsih Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram Email Abstrak Tata hidang adalah suatu cara menghidangkan makanan ataupunminuman kepada tamu dengan multi pelayanan seperti keramahan, kecepatan, danjuga ketelitian dalam melayani tamu. Saat menghidangkan diperlukan perhatian yang fokus karena kita langsung berhadapan dengan tamu dan juga gambaran baik buruknya kinerja restaurant akan sangat terlihat dari caranya memberikan pelayanan terhadap para tamu. Peralatan penyajian makanan dan minuman meliputi peralatan chinaware, peralatan silverware, dan peralatan glassware. Table setting suatu restoran merupakan awal dari persiapan suatu restaurant dalam rangka penjualan dan penyajian makanan dan minuman. rumusan masalah mengenai bagaimanakah pengaruh penyiapan tenaga tata hidang pariwisata terhadap perkembangan Pariwisata. melihat pengaruh penyiapan tenaga tata hidang pariwisata terhadap perkembangan Pariwisata dengan subyek penelitian yang digunakan adalah mahasiwa STP mataram yang sedang dan telah On the Job traiining di hotel di Pulau Lombok. Hasil dari penelitian ini adalah Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy dan kepuasan pelanggan dengan beberapa indikator telah dilaksanakan oleh mahasiswa STP Mataram dengan baik, sehingga mereka sudah dirasakan cukup untuk bekerja di hotel. Kata kunci Tata Hidang, On the Job traiining, Mahasiswa, STP Mataram & Lombok PENDAHUALUAN Makan dan minum merupakan kebutuhan primer manusia untuk mempertahankan hidup. Makanan yang baik dan memuaskan diawali dengan timbulnya selera makan Imade, 2012. Selera seseorang akan timbul dari penampilan makanan dan minuman yang berkaitan dengan aroma, cita rasa, dan cara penyajiannya. Dengan penampilan menarik akan memberikan kenikmatan dan kepuasan bagi orang yang menyantapnya. Penyajian makanan dan minuman atau dikenal dengan istilah food and beverage service akan terkait dengan adanya menu yang dihidangkan, peralatan makan dan minum, personalia penghidang makanan dan minuman, teknik pelayanan makanan, sopan santun serta etika makan. Dengan demikian penyajian makanan berkaitan dengan cara penataan, cara menghias makanan, cara menyajikan makanan dengan alat yang tepat serta menghidangkan makanan yang hidang adalah suatu cara menghidangkan makanan ataupunminuman kepada tamu dengan multi pelayanan seperti keramahan, kecepatan, danjuga ketelitian dalam melayani tamu Wiwoho, 2008. Saat menghidangkan diperlukan perhatian yang fokus karena kita langsung berhadapan dengan tamu dan juga gambaran baik buruknya kinerja restaurant akan sangat terlihat dari caranya memberikan pelayanan terhadap para tamu. Peralatan penyajian makanan dan minuman meliputi peralatan chinaware, peralatan silverware, dan peralatan glassware. Table setting suatu restoran merupakan awal dari persiapan suatu restaurant dalam rangka penjualan dan penyajian makanan dan minuman. Table setting adalah rangkaian kegiatan untuk mengatur dan melengkapi meja dengan peralatan makan sesuai dengan jenis hidangan yang akan disajikan, yang disusun dengan lengkap dan rapi di atas meja makan, yang digunakan untuk makan satu orang, untuk meningkatkan efisiensi kerja pramusaji dan kenyamanan pelanggan Susanti, 1776 ISSN No. 1978-3787 Cetak ISSN 2615-3505 Online …………………………………………………………………………………………………….... Juni 2019 Open Journal Systems 2013. Pengetahuan peralatan penyajian makanan sangat erat hubungannya dengan kemampuan melakukan table setting. Dimana pengetahuan peralatan penyajian makanan merupakan tahapan awal pengenalan alat makan dan minum. Yaitu meliputi peralatan chinaware, peralatan silverware, dan peralatan glassware, setelah mahasiswa sudah memahami dan mengenal alat makan dan minum sesuai dengan fungsinya maka tahapan pelajaran berikutnya melakukan table setting. Dimana dalam kaitanya hubungan pengetahuan peralatan makanan dengan table setting merupakan satu kesatuan yang saling mendukung dalam melakukan food and beverage service. Table set-up elaborate cover menyajikan tiga atau lebih giliran course, misalnya pembuka dingin salad, pembuka panas soup, main course. Soekreno, 2005. Table set-up elaborate digunakan untuk menutup meja makan secara lengkap seperti jaman kenegaraaan yang sifatnya formal. Elaborate cover merupakan gabungan dari table set-up basic cover dan table set-up standart ala carte. food and berevages service, 2008. Sekolah tinggi pariwisata mataram memiliki program studi D3 Perhotelan, yang mana lulusannya diharapkan memiliki kemampuan dan keterampilan sesuai kebutuhan dan dunia kerja khususnya berkaitan dengan bidang kejurusannya. Salah satu kompetensi yang dilaksanakan disekolah menengah kejuruan program keahlian di bidang Perhotelan adalah table setting pelajaran tata hidang. Mengingat begitu pentingnya pengetahuan atau kemampuan yang dimiliki mahsiswa terhadap table setting tata hidang maka diharapkan siswa tersebut harus benar-benar menguasai pengetahuan peralatan penyajian makanan. Oleh karena itu orang-orang yang bergerak pada bidang perhotelan, tanpa memiliki kemampuan dalam mengolah tata hidang yang baik berarti orang tersebut belum siap untuk bekerja di dunia perhotelan yang sesuai dengan bidangnya. Sebagai lulusan siap pakai dilapangan tidak terlepas dari syarat yang dituntut yaitu mengenai mutu dan keterampilan dalam menghadapi dunia kerja. Melalui lembaga pendidikan ini para mahasiswa dibekali ilmu pengetahuan, keterampilan, serta kepribadiannya. Dalam observasi yang sudah dilakukan sebelumnya pengetahuan peralatan makanan mahasiswa tergolong rendah. Berdasarkan observasi diatas terdapat beberapa mahasiswa yang belum mampu menguasasi materi pengetahuan peralatan. Dalam prateknya, mahasiswa kurang mampu dalam melakukan table setting, serta kurang mampu menetukan pemilihan peralatan makanan dalam melakukan pratek table setting dikarenakan mahasiswa kurang memahami, menganalisis dan memperhatikan dalam pelajaran pengetahuan peralatan, sehingga mahasiswa tidak tahu peralatan apa yang digunakan dalam melakukan penataan praktek table setting. Hal inilah yang mendasari penulis tertarik meneliti masalah ini lebih mendalam melalui penelitian yang mengangkat judul Pengaruh Penyiapan Tenaga Tata Hidang Pariwisata terhadap perkembangan industri Pariwisata Di Pulau Lombok studi kasus Mahasiswa D3 Perhotelan yang sedang melakukan OJT di Hotel Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pengaruh penyiapan tenaga tata hidang pariwisata terhadap perkembangan Pariwisata Di Pulau Lombok. Tujuan penelitian yang ingin dicapai ini adalah untuk melihat pengaruh penyiapan tenaga tata hidang pariwisata terhadap perkembangan Pariwisata Di Pulau Lombok. Luaran yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah didapatkan hasil terhadap pengaruh Penyiapan Tenaga Tata Hidang Pariwisata terhadap perkembangan Pariwisata Di Pulau Lombok dengan studi kasus mahasiswa program studi D3 Perhotelan Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram. Hasil dari penelitian ini tercatat dan teridentifikasinya permasalahan yang muncul dari destinasi wisata-wisata yang didapatkan dan dipublikasikan ilmiah di jurnal Nasional ber ISSN. Hasil penelitian ini nantinya lebih lanjut dapat digunakan sebagai acuan oleh pemerintah daerah dalam melihat perkembangan penyiapan tenaga pariwisata di pulau lombok dengan acuan Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram. ISSN 1978-3787 Cetak 1777 ISSN 2615-3505 Online ……………………………………………………………………………………………………… Juni 2019 Open Journal Systems TINJAUAN PUSTAKA Definisi restoran Arief 200531 menyatakan bahwa restoran adalah suatu industri yang tak terbatas, yaitu industri yang melayani makanan dan minuman kepada semua orang yang jauh dari rumahnya, maupun yang dekat dari rumahnya. Subroto 2003 01 menyatakan bahwa restoran adalah tempat usaha yang ruang lingkup dan kegiatannya menyediakan makanan dan minuman untuk umum dengan tujuan mendapatkan keuntungan. Industri penyajian makanan dan minuman yang terus berkembang dari tahun ke tahun, seperti diketahui bahwa industri penyajian makanan dan minuman ini mempunyai sejarah yang sudah lama dan menjadi industri yang dinamik sepanjang tahun. Industri ini merupakan industri yang sifatnya tidak tetap karena selalu berubah-ubah dari tahun ke tahun berikutnya untuk mengikuti perkembangan jaman dan selera tamu yang juga tidak menetap akibat pola hidup seseorang atau masyarakat yang selalu berubah-ubah. Dengan semakin besarnya restoran, pelayanan kepada tamu yang semakin bervariasi begitu pula menu makanannya dan semakin besar perkembangannya. Keperluan produktivitas yang makin besar maka diharapkan keuntungannya juga besar dan ini diperlukan pegawai /mahasiswa yang telah mendapatkan pelatihan yang baik untuk menunjang karir tersebut. Jenis-jenis restoran Arief 200535 menyatakan bahwa jenis-jenis restoran dibagi menjadi beberapa kelompok diantaranya yaitu restoran kecil ala Perancis yaitu restoran yang menyediakan makanan kecil yaitu sama dengan restoran, yang fungsinya sebagai tempat makan dan minum untuk umum atau night club, yaitu suatu restoran yang mengadakan pertunjukan hiburan malam yaitu restoran yang tamunya mengambil makanan/ minuman sendiri self service restaurant, harga makanan menurut apa yang diambil atau di charge menurut jenis hidangan yang diambil tamu. steak atau Steak house yaitu restoran yang khusus menjual special steak atau chop. pot, yaitu restoran kecil yang tidak terlalu formal servicenya dan harganya cukup murah berada di tepi jalan model warung kopi ala Tegal. shop , yaitu restoran yang menyediakan dan meng- hidangkan makanan dan minuman dengan service informal, tapi lebih cepat dalam pelayanannya karena umumnya makanan sudah ready to serve dan tidak menghidangkan full course dinner atau jamuan makan resmi formal service. yaitu special restaurant yang menjual Delicatessent food, seperti sausage, bacon, ham, dan sebagainya. atau kereta makan, yaitu suatu restoran yang berada di atas kereta api yang berbentuk lokomotif yang menyediakan makanan dan minuman ala’informal service. inn, yaitu restoran yang berada didalam lingkungan Drive inn theatre teater mobil restaurant, yaitu special restaurant yang khusus menjual steak atau chops, dimana hidangan tersebut dibakar menurut selera tamu cook to order yaitu suatu hotel atau motel yang menjual/ menyewakan kamar dimana harga kamar sudah termasuk hidangan yang disajikan dan diantar ke kamar tamu yang bersangkutan. wagon atau wagon restaurant, yaitu restoran dorong yang 1778 ISSN No. 1978-3787 Cetak ISSN 2615-3505 Online …………………………………………………………………………………………………….... Juni 2019 Open Journal Systems menggunakan kereta dorong atau mobil. seperti bakso, sate, mie ayam, mie goreng dan sebagainya. yaitu restoran ala German yang berada atau di bangun di bawah tangga jalan atau jembatan di bawah jalan. yaitu restoran dimana tempat pembakaran daging dapat dilihat oleh tamu yang memesan. yaitu restoran kecil yang menjual beer dan wines. yaitu restoran yang menghidangkan makanan untuk orang banyak dalam suatu meja panjang reastaurant, yaitu restoran yang menghidangkan makanan dan minuman istimewa makanan khas seperti sea food, masakan padang, masakan khas Jawa Timur, Chinese food, Japanes food, dan sebagainya. Pelayanan dan upselling Barata 2006 04 menyatakan bahwa pelayanan adalah Pihak lain yang mampu menyediakan alat-alat pemuas kebutuhan berupa barang atau jasa yang tidak dapat disediakannya sendiri, jadi untuk memenuhi kebutuhan sebagai mana dimaksud memerlukan keterlibatan pihak lain, dengan melalui suatu proses dan prosedur tertentu sampai kebutuhan dimaksud dapat dimanfaatkan dikonsumsi oleh yang membutuhkannya. Up-selling pada penjualan, yang merupakan sistem rekomendasi untuk menawarkan barang yang mempunyai nilai jual lebih tinggi. Untuk meningkatkan pedapatan sebuah restoran. Jenis-jenis pelayanan Dibawah ini diuraikan beberapa jenis pelayanan yang umumnya digunakan didalam suatu restoran. Berbagai tipe pelayanan terhadap makanan dan minuman, antara lain Sihite ,2000 55 1. French Service 2. Russian Service 3. American Service 4. English Service Buffet Service prasmanan Makanan diatur dalam meja panjang menurut komposisi menu appetizer-soup-main course- dessert, dan para tamu harus mengambilnya sendiri self service. Counter atau Cafetaria Service Perkembangan bisnis “fast food” di Indonesia sangat pesat. Di mana-mana kita melihat restoran-restoran yang menghidangkan makanan-makanan secara cepat, apakah itu ayam goreng dengan berbagai nama ataupun berupa hidangan lengkap. Jenis pelayanan yang lebih banyak di gunakan dalam operasional restoran dengan makanan cepat ini adalah counter atau cafetaria service atau lebih populernya disebut “self service” karena tamu melayani diri sendiri. Qualifikasi etika petugas tata hidang Sihite 200032 menyatakan bahwa “Etiket” sudah merupakan suatu tata aturan pergaulan masyarakat kebanyakan dewasa ini. Oleh karena itu setiap orang secara tidak disadari mempunyai rasa tanggung jawab untuk mentaatinya terlebih bila dikaitkan dengan bidang kerja yang mutlak menuntut perlu adanya hubungan dengan orang lain seperti halnya di hotel atau restoran, maka terasa bahwa pengetahuan etiket ini memegang peranan yang sangat penting di dalam usaha memberikan pelayanan yang baik. METODE PENELITIAN Jenis Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif. Data kualitatif diperoleh berdasarkan berbagai informasi dari responden tertuang dalam daftar pertanyaan. Teknik Pengambilan data Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu pengambilan sampel secara sengaja kepada orang-orang yang diperkirakan mampu memberikan jawaban atas pertanyaan yang akan diberikan. Pemilihan anggota sampel tersebut didasarkan atas ISSN 1978-3787 Cetak 1779 ISSN 2615-3505 Online ……………………………………………………………………………………………………… Juni 2019 Open Journal Systems keterkaitannya dengan objek yang diteliti dan memiliki sangkut paut yang erat dengan objek yang diteliti, yaitu dengan melakukan penentuan informan pangkal dan informan kunci. Informan pangkal mempunyai kriteria pemilihan yaitu a mengetahui informasi secara umum tentang tata hidangan, b mengetahui secara umum mengenai perkembangan tata hidangan dalam hubungannya dengan perkembangan industri pariwisata di era globalisasi ini, maka yang menjadi informan pangkal adalah para manager restoran yang menjadi sampel yang jumlahnya 3 orang yaitu 1 Kedaton Restaurant Manager di hotel Masa Inn, 2 Banquet Manager di Hotel Masa Inn, dan 3 F&B Manager di Hotel Masa Inn. Selanjutnya untuk mengetahui lebih terperinci mengenai perkembangan Tata Hidangan, maka ditentukan pula informan kunci yakni para waiter/ waitress dari 3 restoran tersebut yang memiliki kriteria a memiliki kedalaman informasi tentang Tata Hidangan, b memiliki pengalaman yang cukup lama sesuai bidangnya dan profesional dalam pekerjaan yang ditekuni saat ini. Instrumen yang dipakai dalam penelitian ini adalah pedoman wawancara interview guide, sebagai pedoman komunikasi antara pengumpul data dengan responden. Pedoman ini digunakan saat bertanya langsung terhadap responden dan jawaban-jawabannya dicatat atau direkam dengan alat perekam. Dalam hal ini para manager renstoran sebagai informan pangkal dan waiter/ waitress sebagai informan kunci. Analisis Data Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif kualitatif untuk memperoleh gambaran yang jelas dan objektif tentang peranan Tata Hidangan dalam menumbuhkembangkan industri pariwisata di era globalisasi dengan cara memaparkan, menganalisis dan menyimpulkan berbagai informasi yang berupa keterangan-keterangan, pernyataan-pernyataan dari para responden. HASIL DAN PEMBAHASAN Kepuasan Pelanggan Kepuasan Pelanggan adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan antara kinerja hasil produk yang dipikirkan terhadap kinerja yang diharapkan Kotler,200570. Sedangkan menurut Sumarwan 2003322, Kepuasan konsumen merupakandampak dari perbandingan antara harapan konsumen sebelum pembelian dengan yang sesungguhnya diperoleh konsumen dari produk yang dibeli tersebut. Menurut Tjiptono 2001 1 menyatakan kepuasan pelanggan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja hasil yang ia rasakan dibandingkan dengan harapannya. Kepuasan konsumen merupakan purnabeli dimana alternatif yang di pilih sekurang-kurangnya memberi hasil sama atau melampaui harapan konsumen,sedangkan ketidakpuasan timbul karena hasil yang diperoleh tidak sesuai harapan yang diinginkan konsumen. Kemudian menurut Lamb, Hair, Mc Daniel 2001 188 definisi dari kepuasan konsumen adalah proses seseorang pelanggan dalam membuat keputusan pembelian, juga untuk mengunakan dan membuang barang-barang dan jasa yang dibeli serta juga termasuk faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian. Faktor yang berpengaruh a. Terdapat pengaruh signifikan tangibles terhadap kepuasan pelanggan Hotel di Pulau Lombok b. Terdapat pengaruh signifikan reability terhadap kepuasan pelanggan Hotel di Pulau Lombok c. Terdapat pengaruh signifikan responsiveness terhadap kepuasan pelanggan Hotel di Pulau Lombok d. Terdapat pengaruh signifikan assurance terhadap kepuasan pelanggan Hotel di Pulau Lombok e. Terdapat pengaruh signifikan emphaty terhadap kepuasan pelanggan Hotel di Pulau Lombok f. Assurance merupakan variable yang paling signifikan memberikan 1780 ISSN No. 1978-3787 Cetak ISSN 2615-3505 Online …………………………………………………………………………………………………….... Juni 2019 Open Journal Systems pengaruh terhadap kepuasan pelanggan Hotel di Pulau Lombok Profil Responden Subyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang sedang dan sudah on the job training di hotel yang berada di pulau Lombok. Mahasiswa tersebut telah diberikan arahan dan praktik di kampus dengan mata kuliah yang terkait dengan tata hidang. Beberapa responden ada yang langsung di kontrak oleh hotel tetapi ada juga yang hanya training saja. Subyek dalam penelitian ini sebanyak 30 orang mahasiswa D3 Perhotelan semester 4. Hasil Wawancara Menurut hasil data wawancara interview yang telah dilakukan oleh peneliti dengan mahasiswa yang telah melaksanakan on the job training terkait dengan ketiga point standar perilaku waiter/waitress yang terkadang bahkan sering ditinggalkan oleh waiter/waitress pada saat melaksanakan tugas/pekerjaannya. Hal tersebut dapat diuraikan bahwa dalam hal penyiapan makanan dalam proses tata hidang sering terjadi masalah terkait dengan kecepatan dalam melayani tamu, kecepatan menyelesaikan masalah, keramahan dan kesopanan yang konsisten, kemampuan berkomunikasi dengan menggunakan bahasa inggris terutama tamu yang berasal dari luar negeri. Hasil Observasi Menurut hasil pengamatan atau observasi yang telah dilakukan pada mahasiswa ketika melakukan praktikum sebagai berikut Hasil Observasi yang dilakukan di Restaurant STP Mataram ketika mahasiswa melakukan praktikum adalah sebagai berikut 1. Reliability dalam hal kecepatan dalam melayani tamu dan prosedur pelayanan, terkadang mahasiswa tidak selalu ingat terkait dengan prosedur, tetapi ketika didampingi mahasiswa berusaha untuk tidak melakukan kesalahan, meskipun ada kesalah tetapi tidak terlalu berakibat fatal. 2. Responsiveness daya tanggap terhadap keluhan, kesediaan membantu tamu, dan kecepatan dalam menyelesaikan masalah dalam hal ini karena dosen adalah selaku tamu di restaurant STP Mataram, tidak banyak keluhan yang ditujukan kepada mahasiswa akan tetapi mahasiswa akan menghadapi keluhan ini ketika langsung terjun di lapangan. 3. Assurance keramahan dan kesopanan yang konsisten, pengetahuan mahasiswa yang luas, untuk keramahan dan kesopanan yang konsisten tetap dilakukan sama mahasiswa karena hal ini selalu di kedepankan oleh semua dosen terhadap mahasiswa ketika proses belajar mengajar berlangsung, sedangkan untuk pengetahuan masih minim sekali dan hal ini perlu ditingkatkan baik oleh dosen dan mahasiswa. 4. Empathy kemampuan berkomunikasi dan memahami kebutuhan tamu dalam hal ini mahasiswa agak sungkan untuk berkomunikasi karena yang menjadi pelanggan adalah dosen dan mengenai kebutuhan tamu telah dipenuhi oleh mahasiswa 5. Kepuaasan pelanggan kenyamana yang dirasakan dan kepuasan atas produk dan jasa dalam hal ini mahasiswa telah melakukan nya dengan baik karena semua kebutuhan sudah dilengkapi oleh STP Mataram Pembahasan Dari hasil penyajian data yang telah di uraikan hasilnya oleh peneliti dari hasil data observasi dan interview, Jika dilihat dari umur para subyek penelitian dapat dikatakan sangatlah produktif karena memiliki tingkatan usia yang energik dan sedang gemar gemarnya menuntut ilmu dan skill yang mumpuni. Tentunya akan memberikan potensi terhadap profesionalitas waiter/waitress dalam menunjukkan perilaku mereka pada saat melayani tamu di hotel. Sedangkan berdasarkan dari hasil observasi dan wawancara interview yang telah dilakukan oleh peneliti dengan kenyataannya fakta lapangan menunjukkan dari kegiatan ISSN 1978-3787 Cetak 1781 ISSN 2615-3505 Online ……………………………………………………………………………………………………… Juni 2019 Open Journal Systems standar perilaku mahasiswa memang ada sesuatu yang perlu diwaspadai diantaranya 1. Kecepatan dalam melayani tamu 2. Daya tanggap terhadap keluhan 3. Kecepatan dalam menyelesaikan masalah ketika ada tamu yang complaint 4. Pengetahuan yang luas Pada kegiatan ketiga dari data observasi dan interview ditemukan adanya kegiatan yang tidak sesuai dengan standard perilaku yang ada. Hal ini terjadi karena kurangnya kedisiplinan serta kemauan belajar seperti yang peneliti paparkan di paragraph disiplin mahasiswa dalam hal ini dapat dipengaruhi oleh pendidikan seseorang dan sangat berpengaruh untuk perilaku seseorang. Dapat kita ketahui bahwa Rapti merupakan lulusan D3 perhotelan .pendidikan dapat menggambarkan besarnya pengaruh sikap dan perilaku dalam perkembangan pribadi secara utuh dan partisipasinya dalam mengerjakan sesuatu, sebagai contohnya adalah mengembangkan pengetahuan tentang product knowledge dan Bahasa inggris yang formal sehingga mahasiswa tidak lagi terpaku dengan teks dan mampu berbahasa inggris yang semestinya di gunakan di perusahaan. Disiplin dapat diartikan sebagai sikap seseorang atau kelompok yang berniat untuk mengikuti aturan-aturan yang ditetapkan Alvin, 2011. Faktor pendidikan juga berpengaruh dalam meningkatkan seseorang dan penting bagi kehidupan seseorang, hal ini disebabkan bahwa semakin tinggi daya analisisnya sehingga pada akhirnya akan mampu memecahkan masalah yang dihadapinya. Dengan kata lain pendidikan merupakan dasar bagi kemampuan seseorang mahasiswa untuk memperbaiki kualitas untuk menjalankan tugasnya. Penegakan kedisiplinan kerja pada mahasiswa mutlak dilakukan, penegakan kedisiplinan ini dilakukan untuk mendorong mahasiswa untuk berprilaku sepantasnya sesuai dengan aturan yang ada ditempat kerja, dimana prilaku yang pantas dilakukan sebagai kepatuhan terhadap peraturan dan prosedur, dengan adanya kedisiplinan diharapkan pekerjaan dilakukan dengan seefektif dan seefisien mungkin. Kedisiplinan kerja membawa dampak positif terhadap sikap dan prilaku mahasiswa, mahasiswa yang mempunyai tingkat kedisiplinan yang tinggi maka akan dengan pasti berusaha bekerja secara kooperatif sehingga mendapatkan hal yang sempurna dalam pekerjaannya. Pada kegiatan keempat dari data observasi dan interview ditemukan adanya kegiatan perilaku yang tidak sesuai dengan standard perilaku perusahaan karena berfikir kegiatan perilaku tersebut tidak berpengaruh dengan standard operasional perusahaan. Biasanya kurangnya pengalaman kerja serta masa kerja disini menjadi pengaruh karena dilihat dari masa kerja mahasiwa tersebut yang masih baru. Masa kerja seseorang berkaitan dengan pengalaman kerjanya, dengan pengalaman ini secara sadar maupun tidak sadar akan memiliki kecakapan secara teknis dan terampil dalam menghadapi pekerjaannya serta memiliki banyak waktu untuk belajar tentang sesuatu yang belum dipahami dan dimengerti langkah-langkah kerjanya, sebagai contohnya ialah dalam kegiatan keempat ini responden tidak faham bahwa apa yang responden lakukan dapat mengganggu kenyamanan tamu. Hasil Dokumentasi Hasil dokumentasi dari penelitian ini adalah sebagi berikut Gambar 1. Dokuentasi wawancara dengan mahasiwa yang telah dan sedang melakukan OJT 1782 ISSN No. 1978-3787 Cetak ISSN 2615-3505 Online …………………………………………………………………………………………………….... Juni 2019 Open Journal Systems DAFTAR PUSTAKA [1] Anthony M. Rey Ferdinan Wieland, 2007. Managing Service in Food and Beverage Institute of the American Hotel & Motel Association. America. [2] Agus Mertayasa, I Gede, 2012. Food & Beverage Service OperationalJob atas kerjasama penerbit Andi, dan Universitas Dhyana Pura Undhira Bali. [3] Astina I Nyoman Gede. Pengetahuan Bar dan Minuman. STP Bali.Bagus Putu Sudiara, Drs. 2009. Tata Boga PPLP Dhyana Pura Bali.Budiarta, I. P. 2012 Pariwisata Alternatif Pariwisata Bali Masa Depan Literature Review [4] alternatif-pariwisata bali. html /diakses [5] 1 september 2013Bjork, P. 2010. Sustainable Tourism Development, fact or Fiction in Small Tourism [6] // 2001 03 S2 pdf diakses 2 September 2018Blackwell, J. 1988. The Tourism & Hospitality Industry, Australia International Magazine Services. [7] 2018.Managemen Pembangunan pariwisata Berkelanjutan, Program Magister Kajian pariwisata Universitas Udayana Denpasar. [8] Graham Brown, Karon Hepner, 1996. The Waiter’s Hand Book. Victoria. Australia.George Ellis, 1997. Bar Attendant’s Hand Book, Victoria. Australia.Kusmayadi Sugiarto, Endar 2000, Metodologi Dalam Bidang Kepariwisataan, Jakarta PT. [9] Gramedia Pustaka Utama.Leiper, Neil, 2014, Tourism Management, Australia National Library of Australia [10] Cataloging In Publication Data.Mubyarto, 2003, Ekonomi Kerakyatan Dalam Era Globalisasi Makalah [11] http// diakses 30 Agustus 2017.Peter Jones and Paul Merricks. 1999. The Management of Food Service Operation. Cassel [12] Willington House. London.Pitana, dan Gayatri, PG 2005, Sosiologi Andi.Puja Astawa, dkk 2005, Pariwisata Terpadu Alternative Model Pengembangan Pariwisata [13] Bali Tengah, Denpasar Universitas Udayana.Rymbertus A Amakora Andrikus. 2009. Pelaksanaan Standar Operation Prosedure di [14] Departemen F & B. PT. Gramedia. Jakarta.Scheyvens, Regina, 2014, Tourism For Development Empowering Communities, Harlow, [15] England, Person Education.Suryawan, AA. 2008, Managemen Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan, Program [16] Magister Kajian Pariwisata hand-out, Universitas Udayana Denpasar.Wahab, Saleh and John J. Piagram, 2007, Tourism Development and Growth The [17] Challenge of Sustainability. New York Broutledge.Yoeti, Oka A, 2010, Pemasaran Pariwisata, Edisi Revisi, Bandung Angkasa. ... Tata Hidang Food and Beverage Service merupakan salah satu departemen yang berperan penting dalam mendatangkan keuntungan bagi hotel, dimana Tata Hidang bertugas dan bertanggung jawab untuk menyiapkan dan menghidangkan makanan dan minuman kepada tamu yang disertakan dengan pelayanan yang baik Redjasa, 2014;Utama, 2014;Wahyuningsih, 2019. Sedangkan restoran merupakan suatu bangunan yang dikelola secara komersial dan tak terbatas yang dapat melayani kebtuhan makanan dan minuman kepada pengunjung yang tinggalnya dekat maupun jauh Juita, 2017;Wahyuningsih, 2019. ...... Tata Hidang Food and Beverage Service merupakan salah satu departemen yang berperan penting dalam mendatangkan keuntungan bagi hotel, dimana Tata Hidang bertugas dan bertanggung jawab untuk menyiapkan dan menghidangkan makanan dan minuman kepada tamu yang disertakan dengan pelayanan yang baik Redjasa, 2014;Utama, 2014;Wahyuningsih, 2019. Sedangkan restoran merupakan suatu bangunan yang dikelola secara komersial dan tak terbatas yang dapat melayani kebtuhan makanan dan minuman kepada pengunjung yang tinggalnya dekat maupun jauh Juita, 2017;Wahyuningsih, 2019. ...Ni Luh Manda Wulandari Putu Indah RahmawatiThis study aimed at analyzing the English language skills functions and expressions needed as a waiter/ss. This research was a qualitative descriptive. The method used in obtaining the required information were interviews and documentation, in which subjects in this research were Asst. F&B Service Manager, Restaurant Manager, Supervisor, and Restaurant Staff in 5-Star Hotel in Bali. The results of this study indicated that 1 Speaking & listening skills are the main poins that must be mastered by a waiter/ss, and the accuracy of grammar and fluency in communication also have an equally important role, 2 The expression of the language used adjusts to predetermined language functions based on the implementation of Sequence of Service SOS in restaurants. From the results of this study it may be necessary to further research on analyzing the needs of English Waiters in a broader Alfan HakimAt the present time, tourism in Indonesia is growing very rapidly. Therole of the stakeholder is very necessary for terms of planning a tourist destination because it can help to develop tourism potential in a village. This study focuses on discussing the pentahelix strategy in tourism planning in tourist villages. This study’s purpose is to determine strategy in tourism planning for Hegarmukti Village, Cikarang, Bekasi Regency, West Java, using pentahelix model from 5 stakeholders. This research used qualitative research methods. This study found the role for each stakeholders are the academics focus on tourism planning based on current theories, the government focuses on policymakers in developing tourism potential, business people is as a nail in creating added value and maintaining surrounding economic growth, and the role of the community is to help manage tourism potential and the role of the media is to promote and help to inform the wider community about the tourism potential that exists in the the result of all the analysis from stakeholders, there are 3 focussed strategies for Desa Wisata Hegarmukti, in term of developing tourist attraction through culture and nature, and also infrascturure and facility Service in Food and Beverage Institute of the American Hotel & Motel AssociationAnthony M Rey FerdinanWielandAnthony M. Rey Ferdinan Wieland, 2007. Managing Service in Food and Beverage Institute of the American Hotel & Motel Association. & Beverage Service OperationalJob atas kerjasama penerbit AndiAgus MertayasaGedeAgus Mertayasa, I Gede, 2012. Food & Beverage Service OperationalJob atas kerjasama penerbit Andi, dan Universitas Dhyana Pura Undhira Tourism Development, fact or Fiction in Small TourismP Bjorkseptember 2013 Bjork, P. 2010. Sustainable Tourism Development, fact or Fiction in Small TourismThe Tourism & Hospitality Industry, Australia International Magazine ServicesJ BlackwellBlackwell, J. 1988. The Tourism & Hospitality Industry, Australia International Magazine Pembangunan pariwisata Berkelanjutan, Program Magister Kajian pariwisata N 2018.Managemen Pembangunan pariwisata Berkelanjutan, Program Magister Kajian pariwisata Universitas Udayana Attendant's Hand BookGraham BrownKaron HepnerGraham Brown, Karon Hepner, 1996. The Waiter's Hand Book. Victoria. Australia. George Ellis, 1997. Bar Attendant's Hand Book, Victoria. Sugiarto, Endar 2000, Metodologi Dalam Bidang Kepariwisataan, Jakarta HouseLondonI G PitanaGayatriWillington House. dan Gayatri, PG 2005, Sosiologi Astawa, dkk 2005, Pariwisata Terpadu Alternative Model Pengembangan PariwisataDenpasar Universitas A Amakora AndrikusBali TengahBali Tengah, Denpasar Universitas A Amakora Andrikus. 2009. Pelaksanaan Standar Operation Prosedure diChallenge of SustainabilityChallenge of Sustainability. New York Oka A, 2010, Pemasaran Pariwisata, Edisi Revisi, Bandung Angkasa.
Peralatan Yang Tergolong Silverware - Hello guys, kamu tahu nggak sih kenapa mayoritas peralatan yang ada di industri perhotelan terbuat dari silverware? Nah terus apa saja peralatan yang tergolong silverware dan bagaimana fungsinya? Yuk simak penjelasan berikut supaya tambah luas wawasan keilmuan kita. Pengertian peralatan silverware Peralatan makan restoran hotel biasanya terbuat dari logam yang berlapis perak. Selain perak, juga ada lapisan tambahan berupa stainless steel. Karena itulah peralatan ini familiar dengan nama silverware. Untuk ini juga terbagi ke dalam dua kategori, yaitu holloware dan flatware. 1. Beberapa peralatan yang termasuk holloware ; Platter piring lodor Water Pitcher kendi air Hot Food Cover Untuk tutup makanan panas Bowl Mangkok sajian panas Ashtray asbak 2. Ada juga yang termasuk dengan flatware ; Soup spoon sendok sup Dinner spoon sendok hidangan utama Dessert spoon sendok hidangan penutup Tea or coffee spoon sendok teh atau kopi Demitasse spoon sendok selai Jenis - jenis peralatan silverware Peralatan yang tergolong silverware juga terbagi dalam beberapa jenis, yaitu ; 1. Cutlery Dinner knife, pisau daging atau pisau utama berukuran 20-24 cm Dinner fork, garpu daging berukuran 19-21 cm biasa untuk hidangan utama Dessert knife, biasa berukuran 19-21 cm Dessert fork, garpu dessert berukuran 19-21 cm 2. Chinaware Untuk jenis satu ini, lebih rentan pecah belah. Karena memang bukan terbuat dari logam atau perak melainkan dari keramik. Pada jenis ini, sifatnya hanya sebagai pelengkap dari peralatan silverware. Peralatan yang termasuk dalam jenis ini antara lain Dessert plate Milk juge Bread and butter plate Coffee cup and saucer Egg stand Fungsi peralatan silverware Banyak makanan dan minuman yang mengharuskan dalam kondisi tetap dingin atau panas. Untuk itu, peralatan yang tergolong silverware sangat berfungsi dalam mengcover keadaan tersebut. Selain itu, peralatan silverware juga terlihat lebih estetis dan dari durability lebih tahan lama. Dan biasanya, peralatan yang terbuat dari logam berlapis stainless steel tahan dengan karat. Sangat tidak etis juga ketika menyambut tamu kelas eksekutif, tetapi jamuan dan peralatan yang ada sangat tidak berkelas dan low quality. Dari sisi anggaran, untuk peralatan silverware bisa menghemat biaya perawatan. Untuk perawatan cukup hanya dengan kain bersih kemudian dilap dengan itu dan selesai. Untuk lebih spesifik, berikut beberapa fungsi peralatan silverware yang ada 1. Spoon Kalau alat satu ini sudah pasti menjadi andalan di meja makan. Rasanya makan tanpa adanya sendok seperti smartphone tanpa kuota internet. Hehe, jadi seperti handphone yang dipakai orang tapi tidak membuat penggunanya menjadi smart cerdas . 2. Fork Makanan yang biasa dipakai bersamaan dengan pisau tentu perlu garpu. Biasanya seperti daging, kentang dan lain sebagainya. Dan garpu juga punya berbagai jenis seperti dinner fork, dessert fork dan cake fork. 3. Bowl Untuk fungsi satu ini bisa menampung makanan yang berkuah. Selain itu, bisa membuat makanan tetap hangat dan menjaga makanan tetap segar untuk disantap. Beberapa jenis seperti soup bowl, cereal bowl dan sugar bowl. 4. Silverware tata hidang Tata hidang adalah bagian dari penyajian restoran atau hotel yang bergelut dalam food & beverage. Target dari tata hidang ini tentu customer restoran atau hotel. Spesifikasi kerjanya lebih kepada menata, menyusun dan menghias makanan dan minuman sehingga indah dalam pandangan mata. Prinsip dasar dari kerja tata hidang adalah keterampilan menjaga kebersihan, kenyamanan, keserasian yang berkolaborasi dengan peralatan silverware. Hal-hal yang mendukung keberhasilan penataan dan keserasian semuanya adalah tugas pramusaji yang profesional dan berpengalaman. Ruang lingkup dari kerja tata hidang meliputi restaurant, bar, banquet dan room service. Setiap orang punya bagian seksi masing-masing seperti restaurant manager, head waiter dan supervisor. Maka dari itu, peluang kerja untuk bagian tersebut cukup luas dan terbuka lebar. Kenapa demikian? Karena banyak industri hotel dan sejenisnya butuh tenaga yang bisa klop dengan pekerjaan tersebut. Sejarah penggunaan peralatan silverware Dahulu kala, para raja dan kaum bangsawan mempunyai koleksi perhiasan. Bahan dasar perhisannya dari emas dan perak. Hal ini menjadi simbol kebesaran bagi siapa yang punya dan mengoleksi hal tersebut. Karena hal demikian, membuat banyak orang menjadi cemburu dan punya rencana ingin menguasainya. Info ini sampai juga kepada kaum bangsawan dan para raja. Mereka takut akan terjadi situasi yang tidak terkendali sehingga terjadi huru-hara yang menyebabkan kerugian bagi mereka sendiri. Untuk mensiasati hal demikian, para kaum borjuis raja dan bangsawan berpikir untuk melebur emas dan perak mereka menjadi sesuatu hal yang tidak mencolok. Maka mereka memilih menjadikan emas perak mereka menjadi peralatan makan. Mulai dari sendok, garpu dan pisau semua berubah bentuk yang tadinya emas dan perak menjadi bentuk demikian. Sejarah penemuan sendok dan garpu Belum ada info valid mengenai asal muasal sendok. Menurut para pakar sejarah arkeolog telah ada budaya membuat alat makan dari cangkang binatang. Bentuknya mirip seperti sendok. Hal ini terjadi sekitar tahun 1000 SM. Saat itu, sendok terbuat dari gading atau batu tulis yang dijadikan ritual. Sejak itu, sendok mulai populer untuk penggunaan makan dan kegiatan lainnya. Di Inggris, pada masa periode tudor sendok menjelma menjadi simbol kekuasaan tertinggi. Hal ini karena sendok menjadi alat baptis para bangsawan. Istilah ini dikenal dengan nama “Apostle Spoon”. Setelah adanya inovasi sesuai dengan perkembangan zaman, barulah sendok tidak lagi dari logam atau perak. Bahan dasar seperti kayu atau plastik, kini bisa menjadi produk alat makan seperti sendok. 1. Garpu Pada awalnya, garpu digunakan untuk alat masak. Pada masa awal kerajaan romawi dan mesir kuno, para raja menggunakan garpu untuk membalikan daging. Ini terjadi pada awal abad 8 dan 9. Barulah ketika ada ukuran yang lebih kecil, garpu menjadi alat makan para raja dan kaum bangsawan. Tentu dengan spesifikasi yang high quality seperti logam dan perak. Di dunia barat, sekitar abad 11 sempat ada perspektif negatif tentang garpu. Masyarakat eropa memandang bahwa garpu identik dengan kejahatan. Hal ini lantaran bentuk garpu mirip dengan alat bantu iblis yang ujungnya lancip. Hal ini berubah ketika ada seseorang bernama Catherine de Medici membawa garpu dari Bizantium ke Italia dan Prancis. Sehingga garpu menjadi populer di kalangan masyarakat barat sebagai alat bantu makan. Demikian guys penjelasan tentang peralatan yang tergolong silverware. Semoga dapat menambah info mengenai peralatan seputar perhotelan dan bermanfaat untuk kita semua Amiin. Semangat dan salam sukses selalu.
sumber gambar dari Pengertian dari peralatan hidang yaitu peralatan makan, minum dan hidang yang terdiri dari baraang pecah belah chinaware, gelas glassware, table accompaniment dan perlengkapan lainnya other equipment yang dipergunakan dalam penghidangan makanan Peralatan makan dan minum yang digunakan dalam pelayanan makan sangat beragam. Peralatan yang digunakan dalam pelayanan makan berupa linen, ware, glassware dan other equipments yang digunakan dalam pelayanan makan dan minum. Sebelum peralatan makan minum, alat hidang diatas terdapat materi furniture sebagai dasar restoran. Furniture untuk restoran harus dipilih dengan tepat sehingga dapat berfungsi sesuai dengan kebutuhan. Jenis furniture yang terdapat didalam resoran pada umumnya yaitu kursi makan, meja makan dan lemari. Kursi yang digunakan di restoran terdiri dari beraneka ragam dan corak. Ukuran kursi yang umum digunakan ialah tinggi tempat duduk 46 cm dari lantai, lebar tempat duduk 46 cm, dan tinggi sandaran kursi dari lantai 1 m. Kursi untuk bar ukurannya lebih tinggi dengan sandaran maupun tanpa sandaran. Bentuk meja makan ada bermacam-macam, ada yang bulat, persegi, oval dan persegi panjang. Ø Meja bundar Meja bulat atau round table, ukuran untuk 4 orang dengan diameter 100 cm, sedangkan ukuran 8 orang dengan diameter 152 cm. Sering digunakan pada acara table manner. Meja persegi atau square table, ukuran untuk 4 orang dengan ukuran 137 x 76 cm. Sering digunakan pada restoran tradisional. Meja persegi panjang atau oblong table, ukuran 2 orang dengan ukuran 76 x 76 cm. Banyak digunakan di restoran yang mempunyai space ruangan yang kecil sehingga menghemat tempat. Elips table untuk 8 sampai 12 orang dengan ukuran 300 x 90 cm, banyak dijumpai di restoran keluarga yang digunakan untuk jamuan makan bersama sebuah keluarga besar. Adalah lemari yang mempunyai bagian-bagian seperti rak-rak dan laci. Lemari ini diletakkan dalam restoran yang mudah dijangkau oleh waiters. Bagian atas lemari tersebut dapat digunakan sebagai tempat meletakkan atau mempersiapkan beberapa alat makan. Side board berfungsi sebagai tempat menyimpan alat-alat yang diperlukan pada waktu pelayanan sehingga memudahkan pekerjaan waiters.
1 Linen Linen biasanya digunakan pada retoran mewah untuk penataan mejanya. Sedang untuk coffe shop, fsast food dan cefetaria jarang bahkan tidak menggunakan linen karena biayanya yang mahal. Linen adalah kain-kain yang digunakan baik untuk keperluan menutup meja makan maupun keperluan lainnya. Ukurannya disesuaikan dengan ukuran meja dan kebutuhannya. Yang umum dipergunakan adalah molton, table cloth, slip cloth, napkin, skirting, dust towel, glass towel, arm towel, tray cloth. Jenis bahan linen yang digunakan adalah katun, batik, satin, beludru, polyster atau bahan sintetis lainnya. a Molton under cloth Yaitu kain tebal lunak yang bersifat menyerap cairan. Molton ini dipasang diatas permukaan meja makan sebelum meja makan tadi diberi taplak. Biasanya terbuat dari kain flannel atau bahan selimut. Fungsinya i. Untuk menyerap cairan yang tumpah diatas permukaan meja makan sehingga cairan tersebut tidak meluber kemana – mana. ii. Untuk melindungi permukaan meja makan agar tidak cepat rusak oleh benda – benda panas yang diletakkan diatasnya. iii. Untuk meredam bunyi pada saat benda – benda berat diletakkan diatasnya, seperti tea pot, tea cup, dan lain – lain. iv. Untuk menambah kerapian permukaan meja makan. v. Untuk menahan taplak meja supaya tidak mudah meleset b Table cloth Table cloth atau taplak meja makan dapat dibuat dari bermacam-macam bahan seperti katun, satin, batik dan sebagainya. Warna taplak meja bermacam-macam, tergantung selera, warna cat, karpet ruangan atau selera pimpinan. Namun untuk keperluan state banquet, jamuan makan resmi kenegaraan harus dipergunakan taplak meja yang bewarna putih, boleh putih polos atau putih bermotif warna motif harus putih juga. Bentuk dan ukuran taplak meja harus disesuaikan dengan bentuk dan ukuran meja makannya. Ukuran yang serasi antara taplak dan meja makan adalah apabila taplak tersebut dibentangkan diatas meja, maka masih akan tersisa 15-40 cm dari permukaan meja makan atau tepat menyentuh permukaan tempat duduk, taplak ini harus diusahakan jangan sampai menggantung terlalu lebar karena hal tersebut akan menganggu kaki para tamu disaat mereka sedang makan. Pemasangan taplak meja makan harus simetris, datar dan rapi, tidak boleh ada yang terlipat ataupun bergelombang. c Slip cloth Adalah taplak meja penghias. Sering kali diatas taplak meja dipasang slip cloth sesuai dengan dekorasi ruangan. Slip cloth sebaiknya berwarna, misalnya kain batik. Bila ada makanan yang jatuh atau tumpah diatas meja, maka slip cloth yang akan kotor, sedangkan taplak meja tetap bersih sehingga yang perlu diganti hanyalah slip cloth. Selain itu kegunaan slip cloth adalah untuk menutup taplak meja yang hanya kotor sedikit. Ukuran slip cloth adalah 1 x 1 m. d Napkin Napkin atau serbet makan adalah suatu alat yang terbuat dari kain katun atau damask yang biasanya digunakan pada saat makan. Serbet makan sebaiknya menggunakan bahan dan warna yang sama dengan taplak meja. Bentuk serbet adalah bujur sangkar segi empat sama sisi. Arah serat kain satu arah dan bukan serong. Pada saat ini serbet makan bukan saja terbuat dari kain, tetapi berupa kain oksfor, drill, seprei, kertas dan lain – lain yang dapat ditemui di took atau swalayan. Ukuran serbet yang biasa dipakai di hotel atau restoran internasional adalah 50 x 50 cm, lebih besar dari ukuran standar sehingga lebih mudah untuk dikreasikan dalam berbagai macam bentuk. Ukuran standarnya adalah 40 x 40 cm. Fungsi napkin adalah ii. Menutup pangkuan waktu makan Syarat – syarat serbet makan adalah i. Bahan mudah mengisap air ii. Bahan mudah dibersihkan iii. Selalu bersih dan licin Jenis – jenis serbet adalah ii. Serbet jari atau cocktail napkin e Dust towel Adalah kain khusus untuk mengelap debu dan remah – remah makan diatas meja atau kursi. f Glass towel Berguna untuk megelap semua peralatan restoran yang akan dipergunakan untuk menata meja makan maupun untuk melengkapi persediaan peralatan di side board. g Arm towel service cloth, waiter cloth Dipakai oleh setiap waiter sebagai kelengkapan uniform. Fungsinya adalah untuk melindungi tangan agar tidak terkena panas dari piring dan menahan air yang menetes waktu menuangkan air ke dalam gelas. h Tray cloth Biasanya terbuat dari kain flannel. Fungsinya untuk menjaga agar baki tidak licin dan menyerap cairan atau minuman yang tumpah di atas baki. Bentuk dan ukurannya bermacam – macam sesuai dengan bentuk baki. i Table mat place mat Adalah taplak meja perorangan satu orang. Berfungsi sebagai pengganti taplak meja, dipergunakan untuk meja yang bagus dan indah ukiran. Bentuknya ada yang persegi empat panjang, lonjong. Bahannya terbuat dari plastik, fornica, kain, anyaman dan lainnya. j Sarung kursi Biasanya dipakai pada kursi – kursi hotel atau restoran. Ukurannya disesuaikan dengan lebar sandaran kursi, selain sebagai hiasan, sarung ini juga berfungsi sebagai pelindung sandaran kursi agar tidak cepat kotor. k Skirting Skirting adalah semacam kain batik, satin panjang yang dipergunakan untuk menutup meja makan sekeliling atau setengah keliling, supaya kaki meja tidak tampak dari depan. Sering digunakan pada waktu buffet dan seminar.
jenis jenis peralatan tata hidang