Padasaat tahun 70-an puisi sangat digemari para pujangga. Pembuktianya pun ada, contohnya pada zaman dulu ada lagu yang liriknya dari masa kejayaan puisi, puisi tidak hanya sebagai ungkapan cinta terhadap lawan jenis tapi juga ada sebagai kritik atas pemeritah, untuk seseorang yang berjasa, atau pun seseorang yang mereka benci. ATerima kasih Tuhan aku juara tiga dalam lomba menulis cerpen di sebuah majalah remaja. B.Prstowo memenangkan lomba menulis cerpen remaja dan ia mendapat juara ketiga. C.Saya mendapat juara ketiga dalam lomba menulis cerpen di sebuah majalah remaja. D.Karena dapat juara ketiga dalam lomba menulis cerpen majalah,saya sangat bersyukur 27. Tekstersebut adalah teks undangan, maka tujuan komunikatif dari penulisan teks tersebut adalah A. Read the text to answer questions 8 and9. Kata “Michael Jordan” disebut di paragraph 1 sebagai topik dari text tersebut sehingga judul yang paling tepat adalah B. Indikator : Menentukan informasi rincitersirat. Acara"Berbalas Pantun" di televisi ternyata peminatnya sangat banyak. B. Banyak dijumpai pantun baru hasil ciptaan para remaja yang menarik. C. Banyak ditemukan bentuk-bentuk pantun yang tidak memenuhi aturan yang berlaku. D. Pantun sekarang tidak lagi dikenal masyarakat, terutama kaum muda. PantunAdalah Puisi Lama Dari. Baris 3 dan 4 merupakan isi 4. Baris 1 dan 2 sebagai sampiran 3. Puisi Lama Yang Asli Dari Indonesia Adalah KT Puisi from berasal dari kata patuntun dalam bahasa minangkabau yang berarti petuntun. Pantun adalah puisi lama yang begitu dikenal oleh orang jaman dahulu pantun Hh3qFK. Jenis-Jenis Puisi Lama – Dalam materi mata pelajaran Bahasa Indonesia, pasti sering membahas mengenai puisi. Puisi adalah salah satu jenis karya sastra yang diminati oleh banyak orang. Karya sastra puisi tersebut telah berkembang dari zaman dahulu hingga sekarang. Maka dari itu, terdapat puisi lama dan puisi baru. Puisi lama umumnya diciptakan oleh nenek moyang untuk tujuan hiburan dan pasti mengandung nasihat bagi pembaca sekaligus pendengarnya. Puisi lama atau dapat juga disebut sebagai puisi rakyat tentu saja memiliki perbedaan dengan puisi baru. Lalu, apa saja ya jenis-jenis dari puisi lama itu? Bagaimana perbedaan dari puisi lama dengan puisi baru? Yuk simak penjelasan mengenai puisi lama berikut ini! Pengertian Puisi LamaCiri-Ciri Puisi LamaJenis Puisi Lama1. Pantun2. Syair3. Gurindam4. Karmina5. Talibun6. Seloka7. MantraKaidah Kebahasaan dalam Puisi Lama Puisi lama adalah jenis dari karya sastra puisi yang diciptakan oleh nenek moyang sejak zaman dahulu. Dalam puisi lama biasanya terikat pada baris, bait, rima, irama, dan belum terpengaruh oleh budaya asing. Maka dari itu, penciptaan puisi lama akan terikat oleh berbagai aturan. Aturan-aturan tersebut adalah Terdapat persajakan atau rima. Rima adalah pengulangan bunyi yang terdapat dalam larik sajak. Jumlah kata dalam 1 baris. Jumlah baris dalam 1 bait. Bait adalah satu kesatuan puisi yang terdiri atas beberapa baris. Banyak suku kata dalam setiap barisnya. Adanya irama pergantian kesatuan bunyi. Penciptaan puisi lama biasanya dipengaruhi oleh adanya tradisi keagamaan dan kebudayaan tertentu. Sama halnya dengan karya sastra lain, puisi lama juga memuat pesan-pesan kehidupan yang bermanfaat bagi pembaca atau pendengarnya. Ciri-Ciri Puisi Lama Anonim tidak diketahui siapa pengarangnya Disampaikan dari mulut ke mulut sastra lisan Terikat adanya aturan, mulai dari jumlah baris dalam setiap bait, jumlah suku kata, hingga rima Gaya bahasanya tetap statis dan klise Isinya fantastis dan bertema istana sentris Jenis Puisi Lama 1. Pantun Grameds pasti tahu apa itu pantun! Dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, biasanya kita akan mendapatkan materi mengenai pantun dan penugasan membuat sebuah pantun dengan tema tertentu. Pantun adalah puisi lama yang mempunyai sajak a-b-a-b pada baitnya. Setiap bait terdiri atas 4 baris dengan setiap barisnya terdiri dari 8-12 suku kata. Pada 2 baris awal disebut dengan sampiran, sementara pada 2 baris akhir adalah isi. Jenis puisi lama tersebar di seluruh wilayah Indonesia, dengan sebutan yang berbeda-beda. Di Jawa, masyarakat menyebutnya dengan parikan. Di Sunda, masyarakat menyebutnya dengan susualan. Sementara di Aceh, masyarakat menyebutnya dengan Rejong. Pantun dapat dikategorikan berdasarkan isinya, misalnya pantun anak-anak, pantun agama atau pantun nasihat, pantun jenaka, dan pantun muda-mudi. Nah, berikut adalah contoh dari pantun. Ada pepaya ada mentimun a Ada mangga ada salak b Daripada duduk melamun a Lebih baik membaca sajak b 2. Syair Kata “syair” ini berasal dari bahasa Arab, yakni “Syi’ir” yang berarti “perasaan yang menyadari”, kemudian berkembang menjadi “Syi’ru” yang berarti “puisi dalam pengetahuan umum”. Jenis puisi lama ini berasal dari Persia yang kemudian dibawa ke Indonesia bersamaan dengan masuknya agama Islam ke Nusantara. Namun, seiring perkembangan, syair berubah menjadi sastra klasik Melayu, yang saat ini tengah mendekati kepunahan. Dalam sebuah syair, biasanya menggunakan sajak a-a-a-a dan berisikan mengenai nasihat atau cerita seorang tokoh besar. Syair biasanya diawali dengan beberapa kata yang klise, misalnya “Pada zaman dahulu kala…”, ”Tersebutlah sebuah cerita mengenai negeri yang aman sentosa…”, dan lain-lain. 3. Gurindam Gurindam adalah jenis puisi lama yang pertama kali dibawa oleh orang Hindu sekaligus mendapat pengaruh dari sastra Hindu, kira-kira pada tahun 100 Masehi. Gurindam adalah salah satu bentuk puisi Melayu lama yang terdiri atas dua baris kalimat dengan irama akhir yang sama a-a-a-a. Sama halnya dengan jenis puisi lama lainnya, gurindam juga berisikan mengenai nasihat bagi pembaca atau pendengarnya. Contoh gurindam Kurang pikir kurang siasat a Tentu dirimu akan tersesat a Barang siapa tinggalkan sembahyang b Bagai rumah tiada bertiang b Jika suami tidak berhati lurus c Istri pun kelak akan kurus c 4. Karmina Karmina dapat disebut juga sebagai pantun kilat karena kurang lebih sama dengan pantun, tetapi lebih pendek. Karmina hanya mempunyai dua baris saja dan bersajak a-a. Baris pertama disebut dengan sampiran, dan baris kedua disebut dengan isi. Sebuah karmina memiliki ciri-ciri sebagai berikut Bersajak a-a, a-b Mengisahkan seorang pahlawan epik Mengandung dua hal yang bertentangan, yaitu rayuan dan perintah. Contoh karmina Sebab pulut santan binasa Sebab mulut badan binasa 5. Talibun Talibun merupakan pantun yang dalam setiap baitnya, terdiri atas jumlah baris yang genap, misalnya 6,8, atau 10 baris. Dalam sebuah talibun, terdapat ciri-ciri sebagai berikut Jumlah baris harus lebih dari 4 baris dan genap, misalnya 6, 8, atau 10 baris dalam setiap bait. Jika satu bait terdiri atas 6 baris, maka tiga baris awal adalah sampiran dan tiga baris akhir adalah isi. Apabila satu bait terdiri atas 6 baris, maka sajaknya adalah a-b-c-a-b-c Apabila satu bait terdiri atas 8 baris, maka sajaknya adalah a-b-c-d-a-b-c-d Contoh talibun Kalau anak pergi ke pekan a Yu beli belanak pun beli sampiran b Ikan panjang beli dahulu c Kalau anak pergi berjalan a Ibu cari sanak pun cari isi b Induk semang cari dahulu c 6. Seloka Seloka adalah salah satu jenis puisi lama yang hampir sama dengan pantun dan disebut juga dengan pantun berkait. Pada baitnya akan terdapat keterkaitan. Misalnya pada baris kedua bait pertama menjadi baris pertama bait kedua dan baris keempat bait pertama menjadi baris ketiga bait kedua. Meskipun begitu, akhiran bunyi atau rima haruslah sama. Contoh seloka Lurus jalan ke Payakumbuh Kayu jati bertimbal jalan Dimana hati tak akan rusuh Ibu mati bapak berjalan Kayu jati bertimbal jalan Turun angin patahlah dahan Ibu mati bapak berjalan Kemana untuk diserahkan 7. Mantra Mantra adalah salah satu karya sastra Melayu yang isinya dianggap memiliki kekuatan gaib. Kekuatan gaib ini disebut-sebut dapat menyembuhkan penyakit atau mendatangkan celaka bagi seseorang. Maka dari itu, untuk masyarakat Melayu, keberadaan mantra ini tidak hanya sekadar karya sastra saja tetapi juga berkaitan dengan adat kepercayaan. Mantra dapat juga disebut sebagai doa sakral yang mengandung kekuatan gaib dan dimanfaatkan sebagai sarana untuk mempermudah dalam meraih sesuatu dengan jalan pintas. Meskipun begitu, mantra sejatinya adalah karya sastra lisan yang diciptakan oleh nenek moyang dan telah menjadi budaya Nusantara. Sebuah mantra umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut, Mempunyai rima a-b-c-a-b-c, a-b-c-d-a-b-c-d, a-b-c-d-e a-b-c-d-e Bersifat lisan Diyakini memiliki kekuatan sakti atau magis Terdapat perulangan Memiliki majas metafora Bersifat esoferik bahasa khusus antara pembicara dengan lawan bicara Misterius Lebih bebas dibandingkan puisi lama lainnya dalam suku kata, baris, dan sajak Contoh mantra Assalamualaikum putri satulung bersar Yang beralun berilir simayang Mari kecil, kemari Aku menyanggul rambutmu Aku membawa sadap gading Akan membasuh mukamu Kaidah Kebahasaan dalam Puisi Lama Dalam kaidah kebahasaan yang terdapat pada puisi lama umumnya adalah mengandung majas atau bahasa kiasan. Penggunaan majas ini diyakini dapat membuat baris dan bait dalam puisi lama menjadi lebih “hidup” dan merangsang pembaca. Jenis bahasa kiasan yang digunakan ada berbagai macam, yakni Metafora Alegori Perumpamaan Personifikasi Sinekdok Metonimia Perumpamaan epos Simile Selain itu, dalam puisi lama sering menggunakan pilihan kata yang menciptakan efek estetis atau keindahan. Maka dari itu, pilihan kata dan rangkaian kata yang bergaya menjadi unsur penting dalam penciptaan sebuah puisi lama. Nah, itulah jenis, pengertian, ciri, contoh, dan kaidah kebahasan dari puisi lama. Sebagai generasi muda yang hidup di era digital seperti ini tidak lantas membuat kita melupakan keberadaan puisi lama. Justru, kita harus melestarikan keberadaan puisi lama sebagai karya sastra peninggalan nenek moyang karena mengandung banyak makna serta nasihat bagi kehidupan sehari-hari. Sumber Akmal. 2015. Kebudayaan Melayu Riau Pantun, Syair, Gurindam. Jurnal RISALAH, Vol 26 4. Humaeni, Ayatullah. 2014. Kepercayaan Kepada Kekuatan Gaib Dalam Mantra Masyarakat Muslim Banten. El Harakah, Vol 161. ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien Secara umum, pantun merupakan puisi lama yang sudah amat terkenal serta seringkali dipakai untuk memeriahkan suatu ada dalam acara lenong, dimana pantun ini dilontarkan oleh dua orang jawara itu, pantun juga memiliki beberapa macam dengan isi dan tujuan yang berbeda – beda, selengkapnya simak ulasan di bawah iniPengertian Pantun1. Secara Umum2. Menurut Para AhliCiri – Ciri PantunKaidah Kebahasaan PantunStruktur Teks PantunJenis – Jenis Pantun1. Pantun Berdasarkan Isi2. Pantun Berdasarkan BentuknyaCara Mengevaluasi Teks Pantun1. Secara UmumPantun adalah salah satu jenis puisi lama empat bait yang terdiri atas sampiran dan dari asal usulnya, pantun ini berasal dari bahasa Minangkabau yakni “patuntun” yang artinya juga memiliki nama lain yaitu parikan / paparikan / umpasa pada daerah – daerah hanya itu saja, pantun juga terdiri atas empat baris yang mempunyai bait sama dan isinya berupa sampiran dan serta, seperti contoh di bawah iniPergi ke pasar membeli semangka Semangka habis tinggal bijinya Jika kalian ingin bahagia Usaha serta doa merupakan kuncinyaKeteranganBait pertama serta kedua pantun di atas adalah sampiran dan bait ketiga serta keempat adalah rima a-a-a-a di setiap akhir suku kata dan baitnya selalu kali pantun juga mempunyai rima lain seperti a-b-a-b serta terdiri dari 8-12 suku Menurut Para AhliBerikut adalah beberapa pengertian pantun menurut para ahli, antara lain1. Herman J Waluyo “200532”Pantun merupakan suatu puisi melayu asli yang telah mendarah daging di dalam budaya masyarakat”.2. Sunarti “200511”Pantun adalah salah satu bentuk puisi lama, serta keindahannya ada di dalam segi bahasanya. Salah satu keindahan yang ada pada bahasa pantun ditandai dengan rima a-b-a-b di setiap akhir Edi & Farika “200889”Pantun merupakan suatu bentuk puisi lama yang telah dikenal luas pada beragam bahasa di nusantara. Di dalam bahasa jawa, pantun dikenal sebagai parikan, serta dalam bahasa sunda pantun dikenal sebagai Hidayat “20101”Pantun adalah salah satu jenis puisi melayu lama yang dikenal secara luas di KBBIPantun adalah bentuk puisi Indonesia Melayu di mana pada setiap baitnya kuplet terdiri atas empat baris yang bersajak a-b-a-b di setiap akhir dari sampiran pada bait pertama dan kedua yang dipakai sebagai tumpuan, sementara untuk bait ketiga dan keempat adalah isinya, setiap larik terdiri dari empat juga kerap disebut sebagai peribahasa – Ciri PantunBerikut adalah ciri – ciri pantun, antara lainDua bait atau baris pertama merupakan sampiran serta dua baris terakhir merupakan bagian barisnya mempunyai 8 – 12 suku rima a-b-a-b atau baris terdiri dari 4 – 6 bait terdiri dari 8 – 12 suku atas empat Kebahasaan PantunBerikut adalah kaidah kebahasaan untuk menyusun pantun, antara lain1. DiksiMerupakan pilihan kata yang cocok dan tepat pada pemakaiannya untuk menyampaikan gagasan sehingga didapatkan efek tertentu seperti yang Bahasa kiasanMerupakan bahasa yang dipakai si pelantun guna memberikan gambaran makna secara tidak umumnya bahasa kiasan ini berwujud peribahasa atau ImajiMerupakan ilustrasi yang dibuat oleh si pelantun secara tidak imaji ini seolah – olah apa yang digambarkan dalam teks pantun bisa didengar imaji auditif, dilihat imaji visual, dan atau dirasa imaji taktil.4. BunyiPada umumnya muncul dari adanya kiasan, imaji, serta diksi yang dibuat pada saat menuturkan terdapat unsur rhyme rima serta rhythm ritme untuk memperindah pantun serta lebih mudah Teks PantunPada setiap pantun akan disusun dengan dua elemen penting sehingga akan membentuk pantun secara adalah struktur pembangun pada teks pantun, antara lainSampiran Bagian ini berada di baris pertama & kedua. Pada sampiran tidak memiliki kaitan dengan bagian isi Bagian isi pantun ada di baris ketiga & keempat. Pada bagian isi pantun adalah tujuan dari pantun yang akan – Jenis PantunPada dasarnya, pantun ini merupakan puisi lama sederhana, tetapi di dalam pantun terdiri dari 2 macam jenis yang berbeda, yaitu dilihat dari isi dan bentuk pantun itu penjelasan lebih lanjut1. Pantun Berdasarkan IsiBerdasarkan isinya, pantun dibagi lagi menjadi beberapa jenis, diantaranya ialah sebagai berikuta. Pantun PercintaanJenis ini kerap kali dipakai untuk mengungkapkan isi hati dari seseorang pada orang umumnya, pantun percintaan ini sangat populer di kalangan remaja yang tengah dimabuk acara memakai batik Dengar nyanyian dari alunan gitar Datang kepadaku wahai wanita cantik Mata terpana hati kian bergetarb. Pantun JenakaPantun jenaka adalah pantun yang di dalamnya berisi jenaka atau suatu lelucon yang dari pembuatan pantun ini yaitu untuk memberikan hiburan pada para pembaca atau berkebun memetik alpukat Alpukat dimakan sembari berdiri Nona datang semakin mendekat Bersuara keras membikin aku laric. Pantun PeribahasaPeribahasa adalah suatu pepatah yang dapat dijadikan dalam praktek penyampaiannya, peribahasa juga sering kali disandingkan bersama gelap saat malam Tanpa selimut akan kedinginan Air beriak tanda tidak dalam Air tenang akan menghanyutkand. Pantun AdatSecara umum, pantun adat adalah jenis pantun yang isinya terkait kebudayaan maupun adat di dalam madu semanis gula Madu dimakan enak rasanya Seribu pulau seribu budaya Jadi kebanggaan Indonesiae. Pantun Teka – TekiPantun teka – teki adalah pantun yang memberikan pertanyaan supaya pembaca atau pendengar akan menebak karung namun berisi Berbau khas namun tidak amis Coba tebak apakah ini? Ekor dibakar kepala yang habisf. Pantun AgamaPantun agama merupakan jenis pantun yang isinya membahas terkait hubungan manusia dengan ini pada umumnya berisikan nasihat serta pesan moral yang sesuai dengan nilai – nilai agama Ambon ditanam di gunung Tumbuh dua puluh layu sebatang Buruk orang jangan kalian cari Bila kalian tengah berpuasag. Pantun AgamaNasihat di dalam agama juga kerap kali dibuat sebagai kiasan pada pantun supaya tidak jenuh pada saat mendengar pantun yang kayu daunnya rimbun Lebat bunganya serta buahnya Walaupun hidup seribu tahun Bila tak sembahyang apa gunanyah. Pantun AnakPantun anak merupakan jenis pantun yang berkaitan dengan anak serta memiliki tujuan untuk membuat anak senang dan dapat memberikan edukasi untuk kopi di waktu hujan Memang sangat nikmat rasanya Anak baik anak teladan Jadilah kebanggaan keluargai. Pantun NasehatPantun nasehat merupakan jenis pantun yang berisi untuk memberikan himbauan, anjuran, maupun pesan moral pada seseorang atau bergegas untuk bertemu Bertemu sembari membawa gulali Kaya harta miskin ilmu Tentulah merugi sama sekalij. Pantun KepahlawananPantun kepahlawanan merupakan jenis pantun yang berisi akan semangat – pagi olahraga Olahraga pengen makan pisang Meski raga pejuang sudah tiada Namamu tetap akan dikenangk. Pantun BudiPantun budi memberikan nasihat supaya pembaca atau pendengarnya selalu berlaku baik di dalam menjalani jantan si ayam jalak Jaguh Siantan nama diberi Rezeki tak saya tolak Musuh tak saya caril. Pantun PerpisahanPantun jenis satu ini mengungkapkan rasa kehilangan dari pemantun karena ditinggal orang yang bisa juga isinya mengenai harapan supaya si pemantun serta pembaca atau pendengar dapat bertemu pauh delima batu Anak sembilang di tapak tangan Biar jauh di negeri satu Hilang di mata di hati jangan2. Pantun Berdasarkan BentuknyaBerdasarkan bentuknya, pantun dibagi lagi menjadi empat jenis, diantaranya ialah sebagai berikuta. Pantun BiasaContoh pantun biasaMalam hari main kulintang Ditemani dengan kawan tersayang Bagaimana hati tak jadi bimbang Kepala botak minta untuk dikepangb. TalibunTalibun merupakan jenis pantun yang memiliki jumlah baris lebih dari 4 baris serta pada setiap baitnya harus genap, contohnya 6, 8, 10 dan satu bait isinya terdiri dari 6 baris, maka 3 baris pertama merupakan sampiran serta 3 baris sisanya merupakan isi. Dan untuk sajaknya akan menjadi satu bait isinya terdiri dari 8 baris, maka 4 baris pertama merupakan sampiran serta 4 baris sisanya merupakan. Dan untuk sajaknya akan menjadi anak pergi ke pekan Yu beli belanak pun beli Ikan panjang beli dahuluKalau anak pergi berjalan Ibu cari sanak pun cari Induk semang cari dahuluc. Pantun Seloka / Pantun BerkaitSeloka merupakan jenis pantun berkait yang tak cukup hanya dengan satu bait saja, sebab pantun berkait ini adalah jalinan atas beberapa – ciri selokaBaris kedua & keempat di bait pertama digunakan sebagai baris pertama serta ketiga di bait kedua & keempat di bait kedua digunakan sebagai baris pertama serta ketiga di bait I Taman melati di rumah – rumah baris I Ubur – ubur sampingan dua baris II Jika mati kita bersama baris III Satu kubur kita berdua baris IVBait II Ubur – ubur sampingan dua baris I Taman melati bersusun tangkai baris II Satu kubur kita berdua baris III Jika boleh bersusun bangkai baris IVd. Pantun Kilat / KarminaCiri – ciri karminaSetiap bait terdiri dari dua pertama menjadi sampiran, dan baris kedua menjadi sajak baris terdiri atas 8 – 12 suku parang, sekarang besi Dahulu sayang, sekarang benciCara Mengevaluasi Teks PantunTerdapat beberapa cara mudah yang dapat kalian gunakan untuk mengevaluasi teks pantun, dikarenakan teks pantun ini banyak memakai kata arkais serta kata konotasi, maka kalian dapat memanfaatkan KBBI untuk dijadikan sebagai adalah cara untuk mengevaluasi teks pantunBacalah teks pantun yang akan diartikan dengan memakai irama atau ritme yang mencari kaitan diantara sampiran dengan isi kata – kata yang tak lazim kata arkais serta kata – kata konotasi yang ada di dalam pantun kemudian berpedoman lah di KBBI untuk memahami arti kata demi kataSimpulkan makna isi dari teks pantun cara di atas, kalian juga bisa memakai parafrasa sederhana. โจทย์ปัญหา10th-13th gradeBahasa IndonesiaนักเรียนQanda teacher - sifa0Pengembangan pantun sebagai sarana prasarana karya tulis perlu dikembangkan pada remaja. Dalam menulis pun kaidah penulisan juga perlu diperhatikan, sehingga karya tulis pantun sebagai puisi lama cukup dilestarikan. Dalam hal ini penting bagi kita untuk mewariskan pantun sebagai amanat atau cagar budaya yang perlu dilestarikan. Agar remaja tau bagaimana indahnya dalam melakukan puisi kataยังไม่เข้าใจใช่ไหม?ลองถามคำถามกับคุณครู QANDA! Karya ilmiah adalah laporan tertulis yang dibuat dengan prinsip-prinsip ilmiah menggunakan metode yang berdasarkan cara berpikir yang sistematis dan logis. Struktur karya ilmiah meliputi pendahuluan, isi atau pembahasan, dan penutup. Bagian pendahuluan dalam karya ilmiah meliputi latar belakang, batasan masalah, rumusan masalah, dan tujuan. Latar belakang dalam karya ilmiah adalah penjelasan berupa uraian paragraf yang berisi alasan mengapa karya ilmiah dibuat. Karya ilmiah dengan tema kaidah penulisan pantun sebagai puisi lama di kalangan para remaja dilatarbelakangi fenomena banyak remaja yang menggandrungi acara "Berbalas Pantun" di televisi, banyak lagu-lagu yang tengah digandrungi para remaja yang ternyata syairnya berbentuk pantun, keprihatinan penulis dengan para remaja yang tidak mengenal lagi pantun, dan keprihatinan penulis dengan banyak kesalahan dalam penulisan pantun. Penulis bermaksud untuk mengkaji dan meneliti kaidah penulisan pantun di kalangan para remaja berdasarkan fenomena-fenomena di atas. Dengan demikian, latar belakang berikut ini yang tidak sesuai dengan tema karya tulis tersebut adalah banyak dijumpai pantun baru hasil ciptaan para remaja yang menarik. Oleh karena itu, jawaban yang benar adalah D.

kaidah penulisan pantun sebagai puisi lama di kalangan para remaja